
Ketika resahku mengintai
di celah dedaun rhu
dan buih-buih ombak
di muara pertemuan itu
Kubisikkan namamu
pada malam yang sangat diam
agar kau bisa mendengarnya
ketika angin mendesir
Kulakarkan wajahmu pada dada pantai
ketika rembulan berwajah emas
agar kau bisa melihatnya
ketika ombak pergi
dan sebelum ombak datang
agar kau bisa mengerti
rinduku tidak pernah padam.
4 comments:
di kamar dinihariku
pada keriut jendela, kudengar
kecimbung deru ombak
ada bau pasir basah di jubin
peraduan
atau air mataku yang membasahi
jejak sepatumu..
-give you the continuance. Besok I tolong cari dia ..[smile]
salam sis HNJ,
bau pasir di jubin peraduan...wah..
rindu...dari indah.
salam Indah,
puisi yg menyentuh perasaan
Salam buat penabahari,
Terima kasih, seorang seorang pelajar dewasa yang tidak pernah dewasa dalam menulis..
Post a Comment