
Tika mentari merangkak ke peraduan
dan rembulan menyerlah senyum
kau datang mengetuk kamar
mengucap salam wangi
lalu bersimpuh
dan menyalami pertemuan kita.
Sepanjang malam kauukir kalam
pada dinding-dinding dan lantai-lantai
dan mendendangkan lagu sepi
lewat siang yang datang
dan malam yang bakal pergi
malam-malam kita menjadi syahdu.
Ketika mentari bangkit
kau melangkah pergi
lagu-lagu itu masih bersenandung
dan aku menjadi tidak sabar menunggu
rembulan datang lagi.
No comments:
Post a Comment