
Aku menunggumu
sambil menyusuri pantai
mengutip kelopak ingatan yang gugur
antara malam yang kian tua
dan dinihari yang semakin basah
lalu kuhitung mimpi yang ranum
Di celah debur ombak
dan desir angin
aku mengutip bait-bait puisi
yang kau tuliskan
dan syair-syair sufi
yang kau senandungkan sepanjang malam
pada pertemuan itu
ketika aku terlena
kau berangkat meninggalkan
sejambak rindu
dan luka di dadaku
Mentari merah yang menyapa sesudahnya
tidak lagi tersenyum.
9 comments:
adui.. manisnya puisi itu.mudah benar awak menyiapkan kata2 indah, ya? saya puas memerah otak utk melengkapkan sebait puisi ringkas untuk novel terbaru.
jatuh cinta pada blog ini. sangat-sangat jatuh cinta.
Salam ila..
terima kasih...indah juga tidak pandai..namu indah ttp luahkan...sayang dari indah.
adinda...
terima kasih pada cinta adinda...
Indah sangat menghargainya,,,,salam sayang dari indah
sungguh asyik and syahdu....
salam buat tn. rusliesophian,
bila kita mengerti, kita dapat merasai..salam hormat dan tq
salam buat tn. rusliesophian,
bila kita mengerti, kita dapat merasai..salam hormat dan tq
jika dibuat padat lagi, tentu lebih indah hairani ... hehehe
Salam buat Moyank,
Makasih banyak2....
Post a Comment